Tampilkan postingan dengan label Cerita Legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Legenda. Tampilkan semua postingan

Gua mampu,Legenda yang terkutuk


Goa Mampu adalah gua terluas di Sulawesi Selatan, legenda gua Mampu ini jauhnya kira-kira 140 km dari kota Makassar dalam penambahan untuk stalagmites dan stalagtites terdapat susunan batu yang mirip dengan sosok manusia dan binatang, semuanya memiliki legenda yang nyata.
Gua yang terletak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini, tidak hanya sekedar gua. Terlebih buat masyarakat di sekitar Gua Mampu, demikian nama gua ini. Gua Mampu, sarat dengan cerita legenda yang begitu dipercaya. Gua Mampu yang luasnya sekitar 2000 meter persegi, terletak di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, yang berjarak 34 kilometer dari Watampone,

Misteri Tapak Kaki Arung Palakka

Konon, bahwa arung Palakka sebelum meninggalkan tanah kelahirannya menuju ke kerajaan Buton ia melakukan ikrar atau janci , beliau menghentakkan kakinya setelah mengikatnya pada akar pohon beringin sebagai suatu tanda ikrar dan nampaklah pada hentakan kaki itu di atas sebuah batu dilereng gunung Cempalagi yang masih berada di pinggir laut. Bekas tapak kaki Arung Palakka tersebut yang panjangnya kurang lebih 75 cm.
Di bekas tapak inilah bila mana air laut surut maka bekas pijakan kaki tersebut akan nampak dengan jelas. Dan ditapak itu menyerupai sebuah wadah mengandung air tawar yang sesungguhnya harus asin karena berada di bawah permukaan laut. Banyak orang yang berkunjung untuk mendapatkan air suci itu yang dianggapnya sebagai air yang memiliki tuah. Kegiatan seperti itu terjadi dari dulu dan masih berlangsung hingga kini. Dan memang mujurlah seseorang bila mana bisa

Cerita Tentang Lakipadada (Legenda Toraja)

Lakipadada, adalah bangsawan toraja yang jadi paranoid terhadap maut, sehingga berusaha mencari mustika tang mate supaya dia bisa hidup kekal, tanpa dihantui kematian (mirip cerita Nabi Sulaiman). Lakipadada didalam legenda itu diceritakan kehilangan orang2 tersayangnya, ibu, saudara perempuan, saudara laki-laki, bahkan pengawal dan hamba2nya satu demi satu meninggal dunia. Kemudian Lakipadada menjadi paranoid, berusaha menegasikan kemungkinan kematian juga datang padanya.
Pergilah dia mengembara dengan tedong bonga nya mencari mustika tang mate yang bisa mengekalkan kehidupannya, diantaranya mengarungi ke teluk bone dengan buaya sakti (yang barter service dengan imbalan tedong bonga), mencari Pulau Maniang, tempat yang dianggapnya dihuni oleh seorang kakek tua sakti berambut dan jenggot putih yang diceritakan memiliki mustika itu.

ASAL MULA BUNYI BURUNG TEKUKUR

Tanrukkuuuuu…………..!!!!!!
Kawan, tahukah kamu, kenapa burung tekukur bisa memiliki suara khas dan merdu itu ? kalau belum, baiklah. Aku akan menceritakan kepadamu kisahnya.
           
Dahulu, diawal mula penciptaan segala mahluk di dunia ini oleh Tuhan, burung tekukur dan beberapa jenis hewan lainnya, mendapat kehormatan untuk dimukimkan Tuhan di jazirah tanah Bugis. Sebuah wilayah subur yang terbentang luas di propinsi Sulawesi Selatan. Kala itu, Nabi Adam belum diturunkan ke bumi. Kala dimana hewan dan tetumbuhan satu sama lain, mampu bercakap-cakap layaknya manusia.
Anehnya, hewan-hewan dimasa itu tidak seperti tampang & tabiat mereka dizaman sekarang. Misalnya ular, kepalanya ada dua. Musang kulitnya ditumbuhi bulu domba. Dan buaya-buaya justru takut air dan memilih hidup didarat. Bahkan katak, kawan, terkenal dengan kebiasaannya membawa tempurung kelapa kemana-mana untuk menudunginya. Dan di zaman itu, kambing belum memiliki tanduk seperti kambing-kambing yang kita saksikan sekarang.

ASAL MULA GUNUNG LOMPO BATTANG

lompobattang ‹img src=http://”cerita-anak.gif”?w=122&h=97 alt=”ceritaanak”/›Erang, bocah lelaki berumur 7 tahun, seperti dipaku pada tempatnya berdiri. Rambut halus ditengkuknya meremang. Keringatnya mengucur deras. Tepat didepan matanya. Peristiwa mengerikan terjadi kurang dari selompatan kaki orang dewasa dari tempatnya berdiri. Sosok raksasa setinggi seratus langkah mendengus lencang. Nafas yang keluar dari hidungnya menggoyangkan semak belukar dimana Erang bersembunyi. Mulut raksasa itu mengecap-ngecap. Ia baru saja menelan ibu bapak Erang sekaligus.
Purnama hari keempat belas. Dibelahan dunia yang lain sedang bersuka cita memandang keindahan bulan. Tapi disini, disebuah desa tempat keluarga Erang bermukim, purnama sepuluh tahun sekali adalah pertanda malapetaka. Raksasa kejam yang berdiam dihutan menjadikannya jadwal berburu manusia di desa Erang.

LEGENDA TERBENTUKNYA GUA MAMPU


            Jangan pernah mengancungkan telunjukmu ke muka seseorang. Sebab kamu akan mengalami nasib yang sama dengan penduduk sebuah desa purba dikaki Gunung Mampu. Desa yang terletak di Kabupaten Bone, belahan timur propinsi Sulawesi Selatan. Desa purba itu kini telah punah. Seluruh penduduknya mati menggenaskan kena kutuk dewa. Bagaimana kisahnya ? mari kita ikuti bersama :

           
            Kokok ayam jantan berkumandang. Pagi menjelang. Satu-persatu penduduk desa purba keluar rumah menuju sawahnya masing-masing. Hawa dingin menusuk tulang. Kicau burung bersahutan. Areal persawahan terhampar luas dibawah bayang Gunung Mampu yang tinggi menjulang. Anak beranak berjalan beriringan menyusur pematang. Dalam sekejap rumah-rumah di desa purba menjadi senyap. Dimusim tanam padi seperti ini, orang malu berdiam dirumah.        Kecuali disebuah rumah panggung diujung jalan desa tepat ditepi hutan.

Cerita Legenda : Asal usul Terbentuknya Bintang

Dahulu kala ketika peri peri hidup dibumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang didalam hutan belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Setiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. kalau malam tiba, tangisannya terdengar keseluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang binatang terjaga dari tidur mereka. Kalau siang datang, lamunannya panjang seolah sedang memikirkan suatu perkara yang maha berat.
Karena tangis sang peri tak kunjung reda dan membuat seluruh penghuni hutan terusik, datanglah angin padanya. Angin bertanya kenapa ia begitu bersedih ? peri bangkit dari sandarannya, dikibas kibaskan sayap kecilnya kemudian hinggap dan duduk dengan cara mendekap lutut diatas punggung angin. “kawan kawanku telah pergi. Mereka telah pindah keutara untuk mencari rumah baru dengan meninggalkanku”

Template by:
Free Blog Templates